Skip to main content

Cerpen - Berakhir sebelum memulai....


******
Jam sudah menunjukkan pukul 07:00 pagi, tapi aku masih terbaring di tempat tidur. Dengan tatapan kosong, memandangi semua foto-foto mikha yang ku pajang di hampir seluruh dinding kamarku.
Ya, tanpa sepengetahuannya aku mengambil foto-fotonya yang ia upload ke facebook, kemudian ku cetak dan ku bingkai agar setiap hari aku bisa melihatnya, senyumnya, yang selalu membuatku bersemangat untuk pergi ke sekolah. Yes, I really love him ! J

“Shilla, kamu  kenapa belum berangkat sekolah, nak ?” Mama tiba-tiba masuk ke kamar menghentikan lamunanku. 

“Shilla gak enak badan, Mah..” kataku berbohong.

“Kamu sakit? Mama panggilkan dokter Vira ya sayang?”  Mama mulai khawatir. Bagaimana tidak, aku adalah anak satu-satunya dan Papa sudah meninggal 2 (dua) tahun yang lalu akibat serangan jantung. 

“Nggak usah mah, Shilla Cuma butuh istirahat aja kok. Kepala shilla pusing, nanti minum obat warung juga sembuh.” Kataku mencoba meyakinkan mama dengan tersenyum manja sambil memeluknya.

“Yasudah, kamu istirahat ya nak.. Kalau ada apa-apa telepon mama. Nanti mama suruh mbok Onah jagain kamu terus. Mama berangkat kerja ya sayang..” mama mencium keningku sebelum berlalu.

“Iya, mah.. Hati-hati ya..” ucapku tersenyum lega.

Baru kali ini aku bolos sekolah. Dari kelas X hingga sekarang aku kelas XII, aku tidak masuk sekolah hanya 5 hari itupun saat Papa meninggal, aku masih sangat berduka dan down sehingga butuh waktu lebih lama untuk bisa kembali belajar seperti biasa. Dan saat itu guruku memberi ijin dan mengerti kondisiku.

Tiba-tiba hpku berbunyi tanda sms masuk.
“Shilla lalalala, lo kemana? Ga masuk sekolah? Kenapa?”

Sms dari Dina teman sebangkuku. Ia memang selalu memanggilku seperti itu. Ia bawel, baik dan sangat care padaku. Namun ia tidak pernah tau siapa orang yang sangat aku cintai selama ini. Perasaan ini sangat tersembunyi, hanya mama yang tahu dan itupun karena mama memaksa untuk menceritakan siapa foto yang terpampang di dinding kamarku.

“Hei Din, gue hari ini gak masuk sekolah. Bedrest. Titip salam ya buat Bu Siska, nanti nyokap gue mau call beliau kok untuk kasih kabar. Oya, kalau ada PR kasih tau ya J”. Aku membalas smsnya. 

“Okay Shilla lalala, GWS dear  J”.


Mikha.. karena mikha lah aku membolos. Sudah 3 tahun aku mencintainya dalam diamku, baru kali ini aku merasa patah hati hingga seperti ini.
Kemarin sepulang sekolah aku melihatnya berboncengan dengan seorang perempuan cantik berambut panjang. Perempuan itu terlihat memeluk mikha dari belakang, mesra sekali mereka..
aku hafal betul motor mikha. Motor sport berwarna putih, helm putih dan ia mengenakan jaket kesayangannya yang ia kenakan hampir setiap hari.

Entah mengapa rasanya begitu sakit, lemas dan aku tidak bersemangat melakukan hal apapun.
“Ternyata begini ya rasanya patah hati”.
“Siapa perempuan itu? Apa ia pacar Mikha?  Apa selama ini mikha punya pacar dan aku sama sekali tidak mengetahuinya?”. Aku bertanya-tanya sendiri.

Ah sudahlah, tidak seharusnya aku begini. Aku tidak berhak seperti ini. Aku yang memutuskan untuk mencintainya dalam diam, tanpa ia perlu mengetahuinya. Tapi mengapa saat ia bersama perempuan lain aku patah hati? Bodoh sekali aku.

**

“Hei shilla lalala, lo udah masuk. Sakit apaan si lo ?”
“Eh tau gak, kemarin si Mikha celingak celinguk ngeliatin ke meja kita terus. Entah dia nyariin lo, atau dia ngeliatin gue? Hahaha”. Dina nyerocos dan kemudian tertawa sendiri.

“Hehe, gue Cuma butuh istirahat aja kok. Ah masa? Mikha curi-curi pandang sama lo kali din,ciyee.”

“Ahh lo bisa aja, mana mungkin cowok sepinter n sekeren mikha suka sama gue, yang ada dunia kebalik shill”. Jawabnya dengan muka memerah kegeeran.

“Apa mungkin mikha nyariin gue?  Ahhhh mustahil..”.  Batinku.

“Eh Shill, tuh orangnya dateng”.

Seperti biasa, aku hanya bisa menatapnya, mengaguminya dari kejauhan tanpa pernah berani untuk mengungkapkan.
Mikha adalah cowok pendiam, keren dan pintar. Dia adalah rivalku di kelas, jika bukan dia yang juara kelas, ya aku lah juara kelasnya. Selalu seperti itu sejak kelas X.
Banyak sekali yang mendekati mikha, tapi sikapnya sangat dingin terhadap perempuan.
Oleh karena itu aku tidak pernah berani mengungkapkan perasaan yang sudah terpendam selama tiga tahun ini. Bahkan menegurnya pun aku segan.

Jika berpapasan dengannya, kami hanya saling tersenyum kemudian berlalu.
Jika bukan karena soal pelajaran atau apapun yang mengharuskan kami berbicara, selebihnya kami tidak pernah mengobrol selayaknya teman-teman sekelas lainnya.

**

Sebentar lagi adalah pengumuman hasil kelulusan.
Mama menyuruhku untuk melanjutkan kuliah di luar negeri, tapi aku tidak mau..
Bagaimana mungkin aku tega meninggalkan mama, walaupun ada mbok onah di rumah.

“Shil, nanti lo mau kuliah dimana? Bareng yuk, biar kita bisa sama-sama terus. Hehehe” .
Tanya dina sambil mengunyah bakso di kantin sekolah.

“Paling gue lanjutin di UI din, yaudah lo di UI juga ya biar kita masih bisa ketemu”.

“Iya iya gue juga di UI deh, nyokap gue bebasin gue kok mau kuliah dimana aja. Yuadah yuk masuk kelas udah bell masuk nih”.

Dalam perjalanan masuk ke kelas, di depan kami ada mikha yang menuju kelas juga. Dari belakang saja dia sudah terlihat keren. Ah, mikha..

“Eh mikha, nanti lo mau lanjut kuliah dimana?”
Tanya dina dengan gaya centilnya.

“Hmmm, gue mau lanjut kuliah di Sydney, din”. Mikha menjawab seperlunya, tersenyum kemudian duduk di bangkunya.

Aku yang mendengar langsung lemas.
Mikha akan kuliah di Sydney dan artinya aku tidak akan bertemu lagi dengannya.
Aku tidak bisa memandanginya setiap hari, sepertinya yang ku lakukan selama ini.
Aku sengaja selalu menempati bangku di belakang bangku mikha namun tidak sebaris dengannya melainkan di barisan sebelah kanan. Agar aku selalu dapat memperhatikan ia saat ia belajar tanpa ada orang yang tahu.
Mana mungkin aku bisa melupakan Mikha, cinta pertamaku.

 “Wah hebat ya shill si mikha.” Bisik Dina.

Aku masih terdiam dalam lamunanku.


**

Hari ini adalah pengumuman kelulusan. Aku LULUS !! aku sangat senang, aku mendapatkan nilai terbaik di sekolah ini.

“Shilla lalala, selamat yaaaa lo dapat nilai terbaik, hebaaaat ! Proud of you!” puji Dina.

“sama-sama din, lo juga selamat ya udah masuk 50 besar nilai terbaik”

“Ahhhh, lo mah ngeledek! Hahaha”

Kami tertawa bersama.

Teman-teman  yang lain bergantian memberikan selamat padaku. Tapi kemana Mikha? Aku ingin sekali mengucapkan selamat kepadanya meski ia meraih nilai tebaik kedua setelahku.

“Shill..” dari belakang ada suara memanggilku, aku menoleh..
“Selamat ya shill, lo hebat.. gue gak bisa ngalahin lo kali ini..”
Mikha memberikan selamat kepadaku.. yaa.. untuk pertama kalinya.. kami bersalaman..

“Ehh.. mmm.. Mikha..” aku salting dan terlihat seperti orang bodoh.

“i..iya.. makasih mik, mm.. lo juga hebat.. nilai kita beda tipis kok..”
aku tersenyum dan rasanya ingin terus tersenyum.. idiot, seperti itulah aku di hadapan mikha saat ini.
Selama 3 (Tiga) tahun aku sekelas dengannya, baru kali ini kami berhadapan, bersalaman dan berbicara seperti ini. Ya tuhaaaaan, mimpi apa aku semalam.  Rasanya tangan ini tidak ingin aku cuci.

“Shill, din.. gw pamit yaa.. besok gue mau pergi..” Mikha berbicara sembari tersenyum, lebih hangat, tidak dingin seperti biasanya.

“Mau kemana lo Mik? Berangkat ke Sydney? “
Tanya dina serius.

Mikha hanya tersenyum, kemudian  berlalu sambil melambaikan tangan.

“Bye…”

Aku masih seperti orang idiot, sampai tidak sadar kalau mikha sudah pergi..

“Eh shill, lo ngapain sih senyum-senyum sendiri gitu? Ishhhh lo sakit ya?” dina bertanya keheranan sambil memegang dahiku layaknya orang sakit.

“Nggak, nggak apa-apa kok.  Hehe. Mana mikha ?”

“Yeeeee, elo sih ngelamun aja.. mikha udah pergi, barusan dia pamit katanya besok mau pergi, tapi ga bilang mau kemana.. gue Tanya ke Sydney tapi dia malah senyum.” Seru Dina

“HAH, LO SERIUS??” tanyaku kaget.

“Gue harus ketemu Mikha, Din. Ada yang harus gue omongin sama dia”.


Aku berlari mengejar mikha. Entah mengapa hatiku tergerak untuk mengungkapkan perasaanku selama ini kepadanya. Karena rasanya aku tak sanggup bila harus memendam perasaan ini lebih lama lagi.

“Vino, liat mikha nggak?” tanyaku panik.

“Baru aja jalan tuh Shill naik motornya”.

“Yahhh.. bagaimana ini..”. Batinku.

Aku mencari Dina, mungkin ia bisa menemaniku besok untuk ke rumah Mikha sebelum ia berangkat.

“Din….!” Teriakku memanggil ia dari kejauhan.

“Eh gimana shill, ada Mikhanya?” Tanya Dina penasaran.

“Telat gue Din, udah jalan dia.. besok lo bisa gak nemenin gue ke rumah mikha pagi-pagi.
Penting din, ini masalah hati”. Kataku dengan wajah memelas.

“Masalah hati?” Tanya dina kebingungan.

Akhirnya aku memutuskan untuk jujur kepada dina atas perasaanku terhadap Mikha selama ini. Dina terkejut, ia tak menyangka aku mencintai Mikha sedalam ini. Dan ia heran mengapa ia bisa tidak tahu padahal selama 3 tahun aku sebangku dengannya.

“Lo tega banget sih shill, gak cerita sama gue. Gue sahabat lo bukan sih?” Tanya dina kesal.

“Sorry Din, perasaan ini emang gue pendem banget selama ini dan gue gak mau ada yang tahu karena gue malu dan gue takut.. Maafin gue ya, yang penting kan gue udah jujur sekarang.”

“Yaudah besok gue anterin, tapi traktir gue makanan yang paling mahal ya!”

“Ishh, dasar lo yaa! Okeee tenang besok gue traktir deh asal gue bisa ketemu Mikha. Hehe”

“Iyaaaa nenek, besok gue jemput lo udah harus siap ya, jam 07:00 gue sampe rumah lo.”


**

Pagi ini, aku akan mengungkapkan perasaanku pada Mikha.. ya, aku harus berani.. Aku hanya ingin ia tahu, meski mungkin cintaku tak akan terbalas, tapi setidaknya aku tidak lagi mencintainya hanya dalam diam.. agar perasaan ini lega. Dan aku akan membawa kado special untuknya, sebelum ia pergi..

“TIN..TIN..!!” suara klakson berbunyi di depan rumah.. pasti Dina..

“Iya sabaaar,  ini gue mau keluar..” teriakku.

“Ciyeee, yang mau katakan cinta cantik benerrr..” Dina meledek di dalam mobil.

“Ishh, rese lo ah..”

“Serius, lo cantik banget shill, pasti Mikha kelepek-kelepek.”

**
Sesampainya di rumah Mikha..

“Kok sepi ya, Din? Jangan-jangan udah berangkat lagi”.

“Yaudah kita masuk dulu yuk”. Ajak dina.

(Setelah beberapa lama memencet bel akhirnya pembantu Mikha keluar)

“Pagi bi, Mikha nya ada?” tanyaku

“Maaf non, mas mikha dan orang tuanya ada di rumah sakit. Bibik disuruh jagain rumah. Padahal bibik pengen banget ikut kesana, bibik khawatir non sama mas Mikha.” Bibik berbicara sambil menangis.

“Memang Mikha kenapa, bik? Kenapa sampai  dibawa ke rumah sakit? Kemarin kami masih ketemu mikha dan ia baik-baik aja. Malah ia bilang hari ini mau pergi”. Aku mulai khawatir.

“Kemarin mas Mikha kecelakaan non, ia terluka parah dan langsung dibawa ke rumah sakit”.

Tiba-tiba saja air mataku menetes. Aku sedih sekali mendengarnya. Ya tuhan, semoga tidak terjadi sesuatu terhadap mikha. Batinku dalam hati.

Akhirnya aku, Dina dan bibik berangkat ke rumah sakit.
Sesampainya disana, terlihat kedua orang tua mikha sedang menunggu di depan ruang ICU bersama seorang perempuan cantik berambut panjang. Aku memperhatikannya, rasanya aku pernah melihatnya.. Tapi dimana yaa..?” tanyaku dalam hati.

“Om, tante.. kami teman sekelasnya mikha.. Saya Shilla dan ini Dina. Apa yang terjadi dengan mikha, tan?” tanyaku melemas.

“Mikha kemarin kecelakaan, ia tertabrak mobil dan terpental jauh hingga tak sadarkan diri. Lukanya cukup parah, sekarang ia koma nak.. Tante tidak tahu harus bagaima lagi.. kami pasrah..” Tante ira menangis dalam pelukan Om Irwan.

“Tante yang sabar yaa, kita berdoa untuk Mikha semoga diberi kesembuhan..” Dina mencoba menenangkan Tante Ira sementara aku terdiam, lemas dan menangis.

“kamu yang namanya Shilla, ya?” Tanya tante ira sambil menunjuk Shilla.
“Tante menemukan buku ini di kamar mikha. Coba kamu baca ya nak.”

Aku mengambil buku itu dengan gemetar.
Mengapa tante menyuruhku membacanya?

Dan aku pun membaca buku itu dengan perlahan.

**
Jan 2010

Kenapa ya kok gue jadi kepikiran dia terus?
Apa gue suka sama dia?
Tapi mana mungkin gue bisa dapetin dia,
Dia cantik dan smart banget.
Semester 1 kemarin dia juara kelas dan gue juara 2.
Gue harus semangat nih ngalahin dia, siapa tau dengan begitu dia bisa simpatik sama gue.
Dan yang paling gue suka, dia itu ga kaya cewe pecicilan lainnya.
Her name is Ashilla. Yes, just Ashilla. J

Ini halaman pertama di buku diary nya Mikha.
Ya tuhaaaaaan, ternyata mikha juga ngerasain perasaan yang sama.
Aku tak kuasa menahan tangis, haru..

Lembar per lembar ku baca. Dan semua isi buku itu tentangku.

Dan sampai di beberapa lembar terakhir…



Mei 2012

Apes banget,  kemarin gak bisa ngeliat shilla pulang sekolah, karena mesti jemput adik gue Marsha. Dia baru aja pindah sekolah ke Jakarta jadi dia belum hafal arah pulang. Dan Hari ini Shilla gak masuk , kemana ya dia? Apa dia sakit? Ahhh.. kenapa gue jadi uring-uringan gini gak ketemu dia, padahal baru sehari.
Kangen kamu, Shill..


Juni 2012

Besok adalah pengumuman hasil kelulusan. Gue berharap Shilla mendapat nilai terbaik supaya dia bahagia. Mungkin besok adalah hari terakhir gue ketemu dia karena gue harus urus kuliah gue di Sydney, disana gue akan tinggal bersama om dan tante gue.
Gue harus bagaimana ?
Gue pengen banget ungkapin  perasaan ini ke dia.
Tapi gue gak siap kalau harus ditolak dia.
Dan gue gak mau dia marah kalau dia tau gue sayang sama dia.

Shilla..
Andai kamu tahu,
Cuma kamu satu-satunya perempuan yang bisa buat aku seperti ini.
Kamu yang selalu membuat aku semangat ke sekolah, belajar dan semangat untuk meraih cita-cita aku.
Aku sayang banget sama kamu, Shilla.
Tapi aku terlalu bodoh, aku pengecut karena gak berani ngomong sama kamu..
Setahun lalu aku lah yang memberimu bunga dan coklat itu..
Aku datang ke sekolah pagi buta agar tidak ada yang melihat bahwa akulah yang menaruh semua itu.
Pengecut sekali kan aku..

Shilla,
Aku akan pergi dan mungkin kita gak akan bisa ketemu lagi..
Seandainya aku punya keberanian, aku pengen banget bisa peluk kamu dan bilang,
“Cuma kamu yang aku sayang selama ini.. jaga diri kamu baik-baik shilla..
Semoga kamu bisa meraih mimpi kamu, dan bisa menemukan orang yang bisa membuat kamu bahagia dan selalu menjadi yang terbaik. .
Aku gak akan pernah melupakan kamu, dan kamu akan selalu ada di hati aku walaupun kamu bukan milikku. .
Maafin aku atas sikap dinginku,
Tapi dibalik sikapku selama ini,
Aku slalu memperhatikanmu dan mempedulikan kamu.

Good bye, Ashilla..

 _Mikha Pratama_



“Mikha…..!”
Air mata membanjiri wajahku..

“Tante, aku mau ketemu mikha tan..
Aku mau masuk sekarang ke dalam.. tolong tan..”
Aku memohon untuk dapat masuk untuk melihat mikha..

Akhirnya aku bisa masuk ke ruang ICU, dimana mikha terbaring dengan selang yang begitu banyak ditubuhnya.

“Mikha, ini aku Shilla.” Aku berusaha berbicara dengan mikha sambil memegang tangannya. Berharap mikha bisa mendengarkan aku.

“  Kamu tau gak, kenapa aku ada disini.. tadi aku ke rumah kamu, aku pengen ungkapin perasaan aku yang udah aku pendam selama tiga tahun ini sebelum kamu berangkat ke sydney.. aku sayang banget sama kamu mikha.. tolong jangan tinggalin aku..”
Aku menangis sejadi-jadinya. Aku tak kuasa menahan kepedihan ini. Melihat orang yang aku cintai terbaring lemah tak berdaya, dan ternyata ia juga mencintaiku.

Tiba-tiba air mata keluar dari mata mikha. Ya tuhan, berarti mikha mendengarku.

“Mik, kamu dengar aku mik.. kamu jangan nangis ya mikha.. aku akan temenin kamu disini sampai kamu sembuh. Aku janji mik.. “ aku mencium tangan mikha.

Tiba-tiba di belakangku sudah ada Tante ira, om irwan dan Dina.
Mereka pun menangis..

Tiiiiit… titttttt. Tiittttt…..

“Dok, mikha dok!!”
Tante ira histeris memanggil dokter.

“Tolong semua menunggu di luar”.
Dokter meminta kami keluar.

Tante ira terus menangis. Akupun tak kuasa menghentikan air mataku.
Kami semua menunggu di luar, berharap dokter keluar dan memberikan kabar baik, bahwa mikha baik-baik saja.

Tapi takdir berkata lain..

“Maaf pak, bu..kami sudah berusaha semampu kami.... “

Tante ira memotong pembicaraan dokter,

“Bagaimana mikha, dok? Dia baik-baik saja kan? Iya kan dok?”

“Maaf bu, dengan berat hati kami katakan, mikha telah tiada”.

“MIKHAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!”

Kami semua masuk ke dalam, melihat mikha terbujur kaku sudah tak bernyawa.
Mikha telah tiada.

Mik, aku kira kamu akan pergi sebentar untuk kuliah di Sydney.. tapi  ternyata kamu pergi untuk selama-lamanya..
Kita saling mencintai, tapi kita tak pernah saling ungkapkan..
Kisah kita telah berakhir tanpa pernah kita memulainya..
Aku kehilangan kamu..  Aku kehilangan kamu untuk selama-lamanya..

Kamu akan slalu ada di hati aku, Mikha..

THE END

Karya : Egha Puspita Sari

Nb : Maaf baru belajar nulis cerpen hehe

Comments

Popular posts from this blog

My Wedding Day..

Alhamdulillah SAH ! Syukur Alhamdulillah, pernikahanku di hari Minggu, 1 Dec 2013 berjalan lancar..  Bahagia dan legaaaaaa tiada taraaaa!! Akhirnyaaaaaaa, rasa pusing, capek, stress mempersiapkan semuanyaaaaaa seketika lenyaaaaappp setelah ijab qabul selesai. LEGAAA !! PLONG !!  hehehehe Di depan penghulu kita masih saling berbisik, "sayang, kita udah suami istri loh.."  ciyeeeeeeeeeeeeeeehhhh hahaha ini aku upload beberapa foto akad nikahnya. btw 3hari after wedding aku dan misua langsung berangkat honeymoon ke Phuket.. Next posting ya aku sharingnya.. :')  Palang Pintu Thanks tonye2kuuu syg..

USG 4D di klinik Dr. Bob Ichsan Masri, SpOG

Helloooo 2015 ! (Telat banget yak) :p Aku mau sharing nih, hari sabtu tgl 20 des 2014 (sebulan yg lalu) aku baru aja ngintip dede bayi tersayang yg masih di dalam peyuut :D Awalnya gak niat ke Dr. Bob, karna denger cerita temen Dr. Bob itu nyentrik n talk too much ditambah lagi tmnku ngasih tau klo kliniknya itu cuma ruko gtu yg jauh dari kesan mewah dan antrian yg panjang karna katanya disana biayanya murah.. Tapiiiii, berhubung aku ga jadi USG 4D di RSIA Yadika kebayoran lama dngn Dr. Didi karna waktu telpon trnyata sang dktr gak praktek dan baru praktek lagi hari Rabu, sementara aku udah gak sabar pengen liat debay tp gak tau mau USG dimana lagi, jadilah akhirnya memutuskan ke klinik Dr. Bob.. ini Alamat lengkapnya : Harmoni Obginozone Health Centre Komplek harmoni plaza Blok B30 - 31 Jl. Suryopranoto No. 2 Jakarta Pusat Telp : (021) 6330938, 6316043 Aku berangkat dari rumah jam 8 kurang, sampe sana jam 9.. Nah ini penampakan kliniknya Jauh dari kesan mewah k...

Senam Hamil di RS Premier Bintaro

Pertama kalinya ikut senam hamil di usia kehamilan 33weeks.. hihi Padahal harusnya dari 28w udah mulai senam hamil.. Tp gapapa laaaa, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali ya kaaaan :p Aku pilih RS. Premier bintaro di hari Sabtu karna deket dari kantor hubby jadi bisa sekalian bareng deh.. (Hubby hari sabtu masih masuk kerja setengah hari -_-) Lagipula di RS. Sari Asih ciledug tempat aku check up baby, untuk sementara lagi gak diadain senam hamil.. Oyaa jadwal senam hamil di RS. Premier bintaro hari Rabu jam 15:00 dan Sabtu ada 2 sesi, jam 08:00 dan jam 10:00 wib di lantai 2. Berhubung tadi aku sampe sana jam 08:30 yg mana udah telat setengah jam, jadi aku ikut yg sesi ke 2 deh jam 10:00 :D Biaya per sesi Rp. 60.000. Daftarnya langsung on the spot, gak bisa by phone.. Karna masih pagi jadi aku n hubby sarapan dulu di MM. Juice di lantai 1. Etapi kayaknya malah jadi kebegahan padahal mau senam haha  Setelah sarapan hubby langsung cus ke kantor n ak...